Teori Digital (Digital Theory)

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang perkembangan teori digital, kita perlu tau apa yang dimaksud dengan teori digital itu sendiri. Mari kita bahas apa yang dimaksud digital teori itu sendiri.

Teori Digital adalah sebuah konsep pemahaman dari perkembangan Zaman mengenai Teknologi dan Sains, dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis, dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas . Digital adalah sebuah metode yang Complex, dan fleksibel yang membuatnya menjadi sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia. Teori Digital selalu berhubungan dengan Media , mengapa ? , karena Media adalah sesuatu yang terus berkembang . Mungkin banyak diantara kita masih belum faham yang namanya New Media /Media baru . New media / media baru adalah media yang terbentuk dari interaksi manusia dengan teknologi.

Semua alat elektronik yang ada di masa sekarang ini tak lepas dari maksud dari teori digital. Sebagai contoh saya akan membahas tentang kamera, sebelum adanya kamera digital yg banyak beredar belakangan ini, pada awalnya kamera pertama kali dibuat dengan jenis analog. Dimana kamera analog kita mengoperasikan (memakai) kamera tersebut secara manual. Sedangkan kamera digital semuanya sudah diatur oleh mesin secara digital.

Modernism dan Old Media

Modernism adalah sebuah istilah yg digunakan manusia untuk menanggapi perubahan yang terjadi pada waktu revolusi industri. Pada kenyataannya Modernism bertentangan dengan ajaran agama, dengan keyakinan dalam keniscayaan kemajuan ilmiah, banyak aspek modernisme cenderung memiliki keyakinan yang optimis dalam kuasa modernitas untuk mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Postmodernism dan New Media

Postmodernism adalah sebuah istilah yang digunakan manusia untuk menanggapi perubahan yang terjadi setelah revolusi industri. Tidak mengherankan, terlihat bahwa budaya dan politik yang dihasilkan setelah revolusi industri, masyarakat akan sangat berbeda dengan yang didominasi oleh industri konteks modernisme. Pergeseran teoritis dalam konsepsi media dan para penonton, kemudian dilakukan oleh banyak pekerjaan informasi melalui Pos-Strukturalisme. Sementara Strukturalisme umumnya mencerminkan kebutuhan modernis untuk mengungkap makna ideologi laten yang tertanam dalam teks media, pasca-strukturalisme cenderung mengambil pandangan yang kurang deterministik tentang sifat media secara keseluruhan.

sumber:

http://untitled-pages.blogspot.com/2010/09/digital-theory-digital-teori.html

 

http://uwiesulistya.blogspot.com/2010/10/digital-theory.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s